arrow_upward

Impor Gula mesti Perhatikan Nasib Petani Tebu

Senin, 21 September 2026 : 9:46 PM

Anggota DPR RI Rahmat Saleh.


ORATOR.ID - Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKS Rahmat Saleh mengatakan kebijakan impor gula harus berdasarkan kebutuhan nasional. 


"Kebijakan ini mesti tetap memperhitungkan produksi dan stok gula di dalam negeri, dan menyerap hasil produksi petani tebu," kata Rahmat, saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Pengawasan Impor Gula Komisi VI DPR RI bersama Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/9/2026).


Ia menyampaikan, tata niaga gula harus transparansi, sedangkan impor gula harus berbasis kebutuhan skala nasional.


"Informasi gula yang masuk ke Indonesia tersedia secara jelas. Selain itu,  tidak mengabaikan hasil produksi petani," ucap Rahmat.


Ia mengakhiri, menjaga harga gula tetap stabil juga sangat penting. Petani juga membutuhkan kepastian penyerapan produksi.


"Industri harus memperoleh kepastian untuk menjalankan usahanya, sehingga tidak mengabaikan keberlanjutan industri," pungkas Rahmat. (OID)