| Pakar Kebumian Universitas Pertamina Iktri Madrinovella, pada suatu kegiatan. |
ORATOR.ID - Pakar Kebumian Universitas Pertamina (UPER) Iktri Madrinovella mengatakan gempa di Venezuela juga berpotensi terjadi pada sejumlah jalur patahan aktif di Indonesia, termasuk Sesar Sumatera dan Palu-Koro.
"Karakteristik geologi serupa juga dijumpai di sejumlah wilayah Indonesia, sehingga pembelajaran dari peristiwa ini penting untuk memperkuat upaya mitigasi bencana di dalam negeri," kata Iktri, via rilis Humas UPER, Sabtu, (4/7/2026).
Ia menerangkan, gempa Mentawai-Bengkulu pada 2007 maupun gempa Lombok pada 2018 menjadi contoh bahwa rangkaian gempa besar bisa terjadi akibat aktivitas tektonik yang saling berkaitan.
Ia menyebutkan, salah satu bentuk mitigasi adalah pemetaan kerentanan seismik yang menjadi dasar penyusunan tata ruang dan pembangunan infrastruktur tahan gempa.
"Oleh karena itu, mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemetaan wilayah rawan dan pembangunan infrastruktur yang aman hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat," sebut Iktri, yang juga dosen Teknik Geofisika UPER.
Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Rektor Universitas Pertamina, Prof. Djoko Triyono mengatakan kampusnya memperkuat riset, inovasi, serta kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung mitigasi bencana di Indonesia.
"Peristiwa di Venezuela menjadi pengingat bahwa investasi pada riset kebencanaan sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur," tutupnya. (OID)