Tim Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina saat menghadiri pameran Capstone beberapa waktu lalu.
ORATOR.ID - Tim Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER) merancang Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gambut Skala Komunal melalui pembelajaran Capstone Design, sebagai alternatif penyediaan air bersih yang ekonomis, mudah dioperasikan, dan berkelanjutan.
"Konsep utama perancangan ini adalah menyesuaikan setiap tahapan pengolahan dengan karakteristik air baku sekaligus proyeksi kebutuhan air masyarakat hingga 20 tahun ke depan," kata Ketua Tim Muhammad Karunia Vivaldi, diolah melalui rilis Humas UPER Minggu, (19/7/2026).
Ia menyampaikan, melalui pendekatan tersebut, sistem yang dirancang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas air, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara berkelanjutan dan dikembangkan di wilayah lahan gambut lainnya.
"Desa Indrapura kami pilih sebagai lokasi studi kasus karena karakteristiknya merepresentasikan tantangan penyediaan air bersih di kawasan lahan gambut, ujar Vivaldi, yang beranggotakan Geovanny Tampubolon, Monica Septyani, Muhammad Raihan Rachman, dan Tiara Wulan Win Nedhari.
Penjabat sementara (Pjs) Rektor Universitas Pertamina, Prof. Djoko Triyono mengatakan pengembangan solusi untuk akses air bersih merupakan bagian dari komitmen Universitas Pertamina dalam mendukung pencapaian SDG 6 (Clean Water and Sanitation).
Capaian kami sebagai perguruan tinggi swasta peringkat keempat terbaik di Indonesia pada kategori SDG 6 dalam THE Impact Rankings 2026 menjadi motivasi untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkas Djoko.
Sementara itu, Dosen Pembimbing dari Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina Ari Rahman mengatakan inovasi tersebut menunjukkan proses pembelajaran di perguruan tinggi bisa menghasilkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Mahasiswa tidak hanya belajar menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga merancang solusi berbasis data yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi agar dapat diterapkan secara nyata di masyarakat," tutupnya. (OID)