| Anggota DPR RI Rahmat Saleh (duduk berkopiah), saat mendengarkan aspirasi nelayan di Padang, Sabtu, (2/5/2026). |
ORATOR.ID - Anggota DPR RI Komisi IV Rahmat Saleh mengatakan persoalan pendangkalan muara sungai di Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumbar, pascabanjir bandang akhir 2025, harus segera teratasi.
"Pendangkalan sungai berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS), tetapi dampaknya juga berkaitan dengan sektor perikanan yang menjadi lingkup kerja Komisi IV DPR RI," kata Rahmat, saat pertemuan dengan
nelayan di Kelurahan Air Tawar Barat, Sabtu (2/5/2026) siang.
Ia menyampaikan, penanganan berbasis data dan kajian teknis yang jelas sangat penting, termasuk pengelolaan material sedimentasi agar tidak memunculkan persoalan baru.
“Jangan sampai penanganannya justru menimbulkan persoalan baru. Ini harus cepat ditangani, tetapi juga harus tepat secara kajian," ucap Rahmat.
Ia menyebutkan, seluruh aspirasi nelayan, termasuk persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan akses muara, akan dibawa pada tingkat pusat supaya dicarikan solusi lintas sektor.
“Ini akan kita dorong di pusat agar ada solusi nyata untuk nelayan,” sebut Rahmat.
Sementara itu, perwakilan nelayan, Didit mengatakan persoalan itu berdampak terhadap sekitar 25 hingga 35 nelayan, sehingga pendapatan nelayan menurun drastis.
"Muara dangkal kami tidak bisa keluar. BBM juga susah. Benar-benar terhimpit,” pungkas Didit. (OID)