| Aktivitas warga yang diberdayakan Universitas Pertamima dalam inovasi Budikdamber untuk menjaga ketahanan pangan dan energi. |
ORATOR.ID - Universitas Pertamina (UPER) memanfaatkan Posyandu sebagai pusat edukasi ketahanan pangan keluarga. Langkah preventif untuk menghadapi keterbatasan lahan dan penurunan daya beli.
"Kami membina warga agar mampu memproduksi pangan sendiri, sehingga dapur mereka tetap aman meskipun terjadi guncangan harga di pasar global," kata Ketua Tim PkM Universitas Pertamina Evi Sofia, melalui siaran pers, Senin, (11/5/2026).
Ia menyampaikan, salah satu inovasi utama yang diperkenalkan kepada masyarakat di RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya, Depok, adalah sistem Budikdamber atau Budidaya Ikan dalam Ember yang terintegrasi dengan hidroponik.
"Model ini sangat efisien karena menerapkan sistem resirkulasi nutrisi alami. Warga bisa memanen protein ikan sekaligus sayuran secara bersamaan hanya dengan memanfaatkan teras rumah yang sempit," ucap Evi.
Ketua RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya Endang Sungkono mengatakan inovasi Budikdamber ini membuat warga khususnya para pensiunan, menjadi lebih berdaya.
"Selain membantu ekonomi, kegiatan ini juga memberikan semangat baru bagi warga untuk tetap produktif meski di lahan terbatas," ucap Endang.
Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Rektor Universitas Pertamina Prof. Djoko Triyono mengatakan masalah ketahanan energi dan pangan yang diserukan Presiden memerlukan respons akademis yang aplikatif.
"Kami sedang membangun fondasi ketahanan nasional yang lebih kokoh dari tingkat yang paling dasar, melalui penguatan ekonomi keluarga berbasis komunitas seperti ini," sebut Prof. Djoko.
Ia mengakhiri, Universitas Pertamina berkomitmen menghadirkan inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Peran akademisi sangat penting dalam mentransformasikan isu global menjadi solusi nyata.
"Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah konkret universitas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-2 [Tanpa Kelaparan] dan poin ke-8 [Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi]," pungkasnya. (OID)