arrow_upward

Pekerja Jangan Tertinggal dari Kecerdasan Buatan

Jumat, 03 April 2026 : 5:41 PM

Menaker Yassierli, berfoto bersama saat  Musyawarah Nasional Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan  KSPSI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). 


ORATOR.ID - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan di tengah laju teknologi, otomasi, dan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) hubungan industrial harus naik kelas menjadi transformatif, supaya pekerja tidak tertinggal dan perusahaan tetap mampu tumbuh.


"Pekerja atau buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan industrial yang sekadar harmonis," kata Yassierli, melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Jumat, (3/4/2026). 


Ia menyampaikan, hubungan industrial harus menjadi fondasi kolaborasi antara pekerja dan perusahaan supaya meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan.


"Jadi, hubungan industrial  tidak cukup hanya menjaga stabilitas atau meredam konflik saja. Hubungan industrial harus naik kelas," ucap Yassierli, menyampaikan itu saat membuka Musyawarah Nasional Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP FARKES) KSPSI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). 


Ia menjelaskan, hubungan industrial yang matang tidak lahir secara instan. Selain itu, peningkatan kesejahteraan pekerja juga tidak bisa terlepaskan dari produktivitas. 


"Inovasi dan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan pekerja, ketika dunia berbicara tentang IT, otomasi, dan Artificial Intelligence (AI), kita harus memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal. No one left behind (Tak seorang pun tertinggal)," pungkasnya. (OID)