arrow_upward

Tata Kelola Irigasi Hambat Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana

Sabtu, 17 Januari 2026 : 9:34 AM

Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh, saat silaturahmi dengan awak media di Padang, Jumat, (16/1/2026).



ORATOR.ID - Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh mengatakan kerusakan akibat banjir tergolong luar biasa. 


"Terutama pada sawah serta jaringan irigasi yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah," kata Rahmat, menyoroti serius persoalan tersebut saat bertemu dengan awak media di Padang, Jumat (16/1/2026) malam. 


Ia menyampaikan, irigasi primer dan sekunder berada di bawah kewenangan Kementerian PU melalui Komisi V DPR RI. 


"Sementara irigasi tersier yang langsung mengaliri sawah petani menjadi tanggung jawab Komisi IV DPR RI melalui Kementerian Pertanian," ucap Rahmat. 


Ia menambahkan, pembagian kewenangan tersebut kerap menimbulkan persoalan di lapangan.


“Sering terjadi irigasi primer dan sekunder belum selesai diperbaiki, tetapi irigasi tersier sudah dikerjakan, padahal dana irigasi tersier itu sudah tersedia," ucapnya. 


"Akibatnya, pekerjaan tidak efektif dan petani belum merasakan manfaatnya,” sebut Rahmat.


Ia mengakhiri, tumpang tindih kewenangan pengelolaan irigasi  menjadi titik lemah utama dalam proses pemulihan sektor pertanian pascabanjir yang melanda tiga provinsi. 


"Kondisi tersebut menyebabkan perbaikan jaringan pengairan tidak berjalan efektif, sehingga petani belum merasakan dampak nyata dari program rehabilitasi yang dijalankan pemerintah," tutupnya. (OID)