arrow_upward

Pertamina Sumbagut Raih Tiga Penghargaan Platinum

Selasa, 27 Januari 2026 : 2:14 PM

Manajemen Pertamina Patra Niaga Sumbagut menerima penghargaan IGA 2026 di Jakarta.



ORATOR.ID - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meraih tiga penghargaan Indonesia Green Awards (IGA) 2026 dari La Tofi School of Social Responsibility, 


"Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen dan kepedulian kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya penanganan dan pelayanan bagi korban bencana ekologis di Sumatera," kata  Area Manager Comm, Rel & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw, melalui siaran perseny, Selasa, (27/1/2026).


Penghargaan kategori khusus Pelayanan Korban Bencana Ekologis Sumatera diberikan kepada tiga unit operasi PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, yaitu Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, IT Lhokseumawe, dan Fuel Terminal (FT) Sei Siak,  di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (21/1/2026).


“Kami bersyukur atas raihan tiga penghargaan Indonesia Green Awards 2026 yang diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut," ucap Fahrougi.


Ia menyampaikan ketiga penghargaan tersebut diraih dengan predikat Platinum Alignment, yang merupakan predikat tertinggi dalam ajang IGA. 


“Predikat Platinum Alignment ini merupakan pengakuan atas keseriusan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam menjalankan program CSR yang tidak hanya responsif terhadap kondisi darurat, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. 


Ia menambahkan, pencapaian ini juga merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.


"Kami akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan guna mendukung pemulihan serta meningkatkan ketangguhan masyarakat,” sebutnya.


Sementara itu Founder & Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi mengatakan  Indonesia Green Awards 2026 menjadi momentum refleksi bersama bagi dunia usaha terhadap tanggung jawab ekologis yang diemban.


“Bencana ekologis bukan semata peristiwa alam, melainkan cerminan dari sistem tanggung jawab yang kita bangun bersama," ucapnya.


"Melalui pendekatan ESG, dunia usaha dituntut tidak hanya melindungi manusia dan memulihkan alam, tetapi juga menjaga serta memproteksi keberlanjutan nilai ekonomi,” pungkas La Tofi. (OID)