| Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh (kanan). |
ORATOR.ID - Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh mengatakan persoalan krusial yang harus segera dibenahi adalah akurasi data kerusakan.
"Ketidaktepatan data akan berimbas pada perencanaan dan penghitungan kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana," kata Rahmat, melalui rilisnya, Kamis, (15/1/2026) siang.
Ia menyampaikan, pemaparan pemerintah soal kerusakan sektor pertanian pascabencana belum menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
"Saya harus menyampaikan, dengan segala hormat kepada tim kementerian, data yang dipaparkan tidak mencerminkan kondisi di lapangan," ucap Rahmat, menyampaikan itu saat rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Kehutanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Ia menyebutkan, dalam laporan pemerintah pusat disebutkan irigasi dan bendungan di Sumatera Barat tidak mengalami kerusakan sama sekali.
"Ini jelas tidak sesuai dengan kenyataan. Bendungan Gunung Nago dan puluhan jaringan irigasi lainnya mengalami kerusakan, tetapi tidak tercatat,” imbuhnya.
"Data tersebut bertolak belakang dengan fakta yang saya terima dari daerah, jika data keliru maka estimasi anggaran pemulihan juga akan meleset," pungkas Rahmat. (OID)